Senin, 02 Juni 2014

Baru Ingat Setelah Tercengang

Waktu itu secara tiba-tiba saya kaget ketika saya cek saldo lewat handphone. Saat itu saldo saya bertambah dengan banyak digit entah berapa puluh juta, entah berapa yang pasti ada berderet panjang digit angka disana. Heran sudah pasti, merasa sangat senang tak bisa dipungkiri.

Paginya saya bergegas dengan semangat menuju ATM. Saya tak menggubris banyak pertanyaan dari orang rumah. Saya juga enggak pamit bahwa saya akan kemana. Dengan lagak sok penting dan terlihat buru-buru gitu saya tarik gas hingga akhirnya saya berada di depan pintu ATM penarikan tunai.

Antre. Ada dua nasabah di depan saya yang sedang menunggu antrean. Satu lagi sedang melakukan transaksi. Saya enggak sabar. Bener-bener sudah enggak sabar mencairkan uang dari mesin beruang yang sebentar lagi akan saya operasikan tersebut.

Nasabah yang lebih dulu melakukan transaksi beres, berikutnya nasabah pertama dan nasabah kedua rampung sudah menyelesaikan urusannya. Sekarang giliranku. Wah senangnya bukan main padahal uang belum cair.

Baru melangkahkan kaki masuk ke dalam ruang ATM senang bukan main. Masukkan kartu ATM senang bukan main. Mulai pada tahap masukkan PIN senang bukan main. Saya kembali mengecek saldo untuk memastikan berapa rupiah sih saldo yang bertambah secara misterius tadi malam.

Jreng! Bagaikan Angry Birds yang terpelanting ke atas menembus angkasa dan terjun bebas ke bumi tanpa kepakan sayap. Hingga akhirnya menghantam tanah kerontang dengan dahsyatnya. Ngeri bukan?

Kira-kira seperti itu gambaran perasaan saya tadi pagi. Ketika saya cek saldo ternyata saldo tetap dan tak bertambah sedikit pun. Baru setelah sejenak tercengang saya ingat bahwa saldo saya bertambah ternyata hanya kejadian dalam mimpi. Bukan nyata! Sial! Seketika itu saya langsung mengantuk ingin tidur lagi rasanya.

Sedikit cerita yang semoga saja tidak terjadi juga pada kalian wahai keturunan adam. Mimpi terbawa nyata. Mungkin kesialan yang dimaksud pada bulan juni memang datang pada hari ini. Kasihan sekali

Jumat, 28 September 2012

Hilang Karena Datang

Bangun pagi sarapan pagi dan seperti biasa masih engan harapan supaya cepat sembuh dari penderitaan ini duh. Kadang merasa sangat khawatir dengan keadaan saya sendiri, khawatir dengan apa yang saya alami. Seumur umur sepertinya saya memang belum pernah mengalami hal seperti ini. Setelah sarapan pagi beres saya kembali berbaring memperbanyak istirahat, menenangkan diri dan pikiran. Berteman lagi dengan yang namanya kasur bantal guling dan saya tertidur. Jadi ceritanya adalah bangun tidur, makan, tidur lagi deh zet zet zzzet.

Boleh dan sangat bisa dikatakan jika selama ini saya memang sedang menginginkan seseorang untuk datang setelah beberapa hari jauh dari keberadaanya dan saya ingin dia ada disamping saya di saat saya sedang menderita seperti ini. Mungkin jika boleh saya tulis sebaris lirik saya akan menulis begini "oh burung nyanyikanlah katakan padanya aku ruinduuuuuuu". (wahaha Wedos !)
 

Ditengah nyenyak tidur saya yang lumayan lelap tiba tiba saya di diusik oleh jari jemari nakal yang mengganggu nyenyak tidur saya. Pada bagian pipi saya jemari itu bermain main. Berusaha membangkitkan saya dari tidur yang nyenyak. Pada akhirnya saya terbangun. Senyumnya menyambut dan membuatku seketika itu terkaget dan hampir enggak percaya bahwa ini benar adalah dia. Dari kota pahlawan menuju kota proklamator yang berjarak lebih dari 100 km dia datang dengan tanpa sinyal apapun yang memberitakan aku tentang hal itu. Ya menyebalkan namun menyenangkan.

Bagaikan becak berkarat dengan mesin formula 1 dan di gas sekencang kencangnya melaju jauh dan menghilang. Menghilang entah ke papua, ke eropa, ke segitiga bermuda, atau bahkan ke luar angkasa sekalipun. Kira-kira begitulah gambaran ketidak nyamanan dan sakit yang saya derita itu seketika menghilang bagaikan becak tersebut. Pergi jauh menghilang karena dia telah datang. Keinginan telah tercapai dan saya merasa nyaman berada didekatnya.

Sayang dia lah. Dan saya merasa bahwa dia mempunyai perasaan yang juga sama terhadap saya. Ya ya ya benar kok, saya adalah mahluk terpede di dunia ! mungkin. Yang terpenting dia telah datang pada saat yang tepat. Tepat dan sesuai dengan apa yang saya harapkan cie. Rasanya memang tidak ingin lagi merasakan rasa sakit. Hey terimakasih kamu yang lucu!

Senin, 28 Mei 2012

Om Polisi Ngacir Ditangan Saya

Waktu itu hari minggu 27 Mei 2012 sekitar pukul 11 siang. Saya sedang sok sibuk kesana kemari membantu anak anak mempersiapkan segala sesuatu yang perlu disiapkan untuk berlangsungnya acara anak anak skate dari beberapa kota yang akan datang bersaing dan menunjukan kebolehanya di gedung dikopin Wlingi, BLITAR SKATE CONTINUE #5.

Ditengah kesibukan saya yang sebenernya enggak terlalu sibuk dibanding semalam, saya sedang melewati jalanan Wlingi dengan tanpa helm. Dari awal saya memang sudah punya firasat tentang polisi polisi polisi dan polisi. Dan tidak lama ternyata benar. Sekitar beberapa detik setelah firasat itu, didepan saya seorang polisi dengan motor bebeknya berusaha menghentikan laju motor saya. Saya yang tidak mau mengalah selagi ada kesempatan, berusaha untuk melarikan diri. Spontan motor saya putar balik lalu menarik gas dengan kencang dan mengajak om polisi tua itu berkejar kejaran. Tapi sayang sekali polisi dibelakang saya tidak mampu mengejar kecepatan matic biru keluaran 2012 yang saya tunggangi ini. Sampai akhirnya saya giring om polisi itu ke sarang anak anak di gedung dikopin. Haha cukup seru juga ternyata ya. Mirip kayak kejar kejaran waktu saya main game Grand There Auto atau yang sering disebut GTA. Kurang lebih seperti itu lah hanya saja saya tidak dilengkapi dengan senjata senjata mematikan.

Motor saya parkir dan tidak lupa mengunci setir supaya om polisi itu tidak berbuat aneh aneh dan semena mena. Sempet saya dimintain surat surat lengkap sepeda motor itu, tapi maaf saya yang sudah lebih dari 5 kali kena tilang tidak mudah begitu saja memberikan surat surat tersebut. Hehe jadi om polisi harus bersabar dulu ya. Saya jawab, "sebentar pak ini motor temen saya kok, saya ambil dulu didalam". Saya langsung masuk gedung dan mengamankan diri. Saya pikir polisi bisa berbuat apa? Kontak, STNK, SIM, dan lain lain tidak ada yang tersita semuanya aku yang bawa. Dari situ saya mendapat ide untuk tidak akan keluar dari gedung. Polisi tidak akan bisa berbuat apa apa kecuali menunggu dengan percuma motor yang sudah saya kunci setir didepan.

Hahaha kali ini saya bisa ketawa meskipun hampir sempat menyerah (polisi menunggu terlalu lama) dan memberi pesangon untuk om polisi tua itu. Saya sudah menyiapkan uang pulahan ribu sebesar 20-30 ribu setelah saya tukar di loket. Tapi saya masih berpikir, dan bertanya lagi pada diri saya sendiri, "polisi itu akan bisa berbuat apa?". "Tidak akan bisa berbuat apa apa !!" Mau mengangkut motor itu ke dalam mobil dan membawanya ke kantor polisi sepertinya juga tidak mungkin. Karena saya hanya melanggar tidak mengenakan helm saja bukan tabrak lari, mencuri atau bahkan membunuh orang kan? Setelah saya bener bener yakin bahwa polisi tidak akan bisa berbuat apa apa saya memutuskan untuk tidak menyerah dan memasukan uang yang saya siapkan tersebut kedalam dompet lagi.

Dengan perasaan yang tenang saya menyimak jalannya lomba anak anak skate sambil sesekali mengintip polisi yang setia menunggu di atas motor dari cendela kaca. Masih belum juga pergi meninggalkan tempat itu ternyata. Lumayan memang cukup lama. Saya santai, tapi gak tau bagaimana perasasaan polisi tersebut hahaha. Akhirnya menyerah juga polisi itu setelah penantiannya yang sia sia sekitar kurang lebih 2 jam setengah di atas motor. Kayak kurang kerjaan aja om polisi om polisi. Jadi tukang parkir kusus ya? Dan saya menang !

Jumat, 20 April 2012

Baru kali ini Mengusir Mr.Geraham

Pagi itu saya udah mempersiapkan diri mulai dari pukul 07.30. Mandi, gosok gigi, dandan rapi dan hari ini harus segera pergi ke PUSKESMAS setelah kemarin sempet tertunda karena saya yang terlalu pemalas terlalu buang buang waktu hingga akhirnya terlambat datang dan poli gigi waktu itu udah tutup. Saya rasa semua udah beres. Segala persiapan mental dan keberanian tidak ada masalah lagi. Kali ini saya udah benar benar siap dengan apapun yang terjadi nanti yang penting gigi geraham bawah sebelah kiriku bisa dicabut dimusnahkan dan diusir jauh jauh dari kehidupanku wkwk. Dengan santai perlahan saya tarik gas dan saatnya melaju menuju PUSKESMAS sananwetan kota Blitar yang jaraknya enggak sampai 1 km. PUSKESMAS yang beberapa tahun lalu direnovasi menjadi lebih besar bersih dan nyaman. Saya menuju loket setelah sebelumnya saya bertanya kepada seorang karyawan yang sedang sibuk di ruang apotik. Saya kumpulkan kartu di loket dan saya lakukan petunjuk petunjuk yang di berikan. Hingga akhirnya saya duduk di kursi putih logam yang memanjang dan disitu nampak berderet deret orang yang mempunyai nasib sama dengan saya. Yaitu ruang tunggu poli gigi. Ada sekitar 9-10 pasien yang sedang menunggu antrian untuk masuk ruang poli gigi. Keadaan yang bersih rapi dengan pagi yang belum tercemar dan masih segar membuat saya semakin percaya diri dan tidak akan terjadi apa apa dengan saya nanti sewaktu masuk ruangan poli gigi. Saya semakin berani dan percaya diri.
Setelah penantian selama kurang lebih satu jam setengah, tiba waktunya giliranku.


Saya buka pintu dan inilah pertama kali seumur hidup saya masuk ruangan poli gigi. Ada banyak orang disitu. Antara dokter dan pasien. Sempet sedikit merasa terhibur karena dokter yang menanganiku adalah dokter muda yang cantik ihiii. Saya berbaring dan dokter muda itu menanyaiku. Setelah terjadi tanya jawab sekitar 2 menit bu dokter menyiapkan alat alatnya. Tek tek cekrang sreeeet semua sudah siab. Bu dokter menyuruh untuk membuka mulutku. Tindakan pertama adalah pembiusan supaya gusi menjadi mati rasa dan proses pencabutan tidak terlalu sakit. Sempat saya tanyakan akan berapa kali menyuntik gusiku, dokter itu menjawab cukup 1 X saja dengan senyuman yang ramah dan manis. Tapi setelah penyuntikan pertama dilakukan, bu dokter masih melakukan lagi penyuntikan hingga berkali kali. Oh shit men ternyata dia hanya membuat aku supaya lebih tenang atas jawabanya yang akan menyuntikku hanya sekali katanya. Setelah penyuntikan beres bu dokter meninggalkanku begitu saja. Bu dokter pergi dan gantian mengurusi pasien lain di ruang depan dekat pintu. Saya terkapar terdiam dan sesekali berkumur untuk menghilangkan sisa sisa darah yang keluar. Tidak lama yang saya rasakan gusi saya terasa menebal rasanya seperti kaki yang lagi kesemutan. Saya coba menyentuhnya ternyata gusiku sudah benar benar mati rasa. Tidak lama bu dokter muda dan cantik itu datang dan kembali menanyaiku memastikan apakah udah benar benar terbius. Kenyataanya emang udah benar benar terbius.

Pencabutan dimulai dan bisa diartikan penyiksaan di atas ranjang di mulai. Jauh seperti yang saya bayangkan. Ternyata peralatan untuk mencabut gigi cukum ekstrim. Pertama ada semacam tang seperti yang sering saya lihat di bengkel bengkel sepeda motor. Bu dokter merusak gigiku dengan penuh gairah. Dengan penuh tenaga dia berusaha sedikit demi sedikit membuat gigiku hancur. Terus dan terus menghancurkannya. Suara yang saya dengar dari dalam mulut cukup ngeri hampir mirip seperti suara bengkel bengkel di pinggir jalan menn. Perlahan mulai terasa sedikit sakit. Sementara darah yang keluar dari gusi berkucur sangat banyak. Penyiksaan masih terus berlangsung dan sepertinya bu dokter agak sedikit lengah dan kecapean. Selanjutnya saya temui alat penyiksa yang kali ini mempunyai kecepatan putar yang menghasilkan bunyi cukup seram. Wadoh saya pikir gigiku mau diapain men? Ini gigi bukan onderdil sepeda motor yang diapain aja rusak bisa diganti dan beli lagi. Haha mungkin saya emang orang ndeso yang baru pertama kali tau alat alat seperti itu. Tapi menurutku emang cukup serem. Saat alat itu digunakan dan dimasukan ke dalam gigi perlahan keluar asap. saya gak bisa bernafas untuk menahan asap itu supaya enggak masuk kedalam pernafasan saya. Semacam asap hangus yang baunya hampir mirip seperti besi yang dikikis dengan gerindra.
Penyiksaan masih belum berakhir meskipun gigiku udah nampak perotol dan habis. Tapi mungkin kali ini adalah puncak penyiksaan yang paling kejam. Karena masih ada yang harus diselesaikan lagi. Apa lagi kalo bukan pencabutan 2 akar. Waow sabar geng wkwk !! Satu lagi alatnya yang kali ini saya liat mirip sekali seperti alat pencongkel ban sepeda motor. Tanpa pikir panjang bu dokter mulai mencongkel congkel gigiku dengan alat tersebut. Sangat ganas. Yang tadinya saya rasakan sedikit sakit, kini yang saya rasakan adalah sakit, sakit sekali, amat sakit sekali dan amat sangat sakit sekali. Tapi rasa sakit itu perlahan bisa terkontrol dan saya hilangkan dengan menatap paras cantik bu dokter. Oh waow memang cantik ternyata hahaha. Akar pertama udah tercabut dan berikutnya akar kedua juga udah tercabut. Bu dokter mengaku, pencabutan gigi kali ini cukup sulit katanya. Karena jenis akar gigiku jenis akar pipih yang membuat bu dokter terlihat kelelahan karena menyiksaku. Dia berkeringat layaknya film film dewasa gitu wkwk. Kasiaaaaan sampai jumpa lagi bu dokter.


Itulah pengalaman pertama dalam seumur hidupku CABUT GIGI GERAHAM.

Kamis, 29 Maret 2012

Berkunjung ke Jauh Sana

Bangun pagi ngopi makan abis itu mandi. Sesuatu yang terbalik urutanya haha. Gak lupa nyuci. Tiba tiba mama sms pengen aku anter eko beli jeruk lokam size M 2 dos di ngagel. Haha sms an iseng iseng sama mama lucu juga. Tapi sebelum ke ngagel ke BCA dulu setor uang. Jeruk lokamnya gak ada terpaksa harus beli 60 biji dengan harga 100 rb. Nganter jeruk kerumah pamit mama pulang dan saya bilang ada sesuatu yang penting abis itu pergi menemui Mr.Carlos. Didalam perjalanannya berat panas dengan keadaan motor yang lumayan hancur tapi menyenangkan dari situ saya bisa tau dan mengatakan " INILAH ". Sempet putar balik karena pada hari ini jalan di penuhi para pendemo. Saya cobak cari alternatif lewati jl.Jemur Sari sampek akhirnya lewat menur dan wah kok tiba tiba nyampek jalan keputih? Beberapa orang saya tanya jawabnya meyakinkan dan saya percaya. Tapi itu emang benar. Mungkin sayangnya saya tidak bilang jl.Kenjeran jadi gak salah kalok orang orang tersebut yang saya tanyain menunjuk kearah yang sama kenjeran pantai yang mereka maksut. Tapi seseorang cowok gondrong berkulit hitam memberikan spekulasi jawaban sekalian pertanyaan balik. Dia bilang, " mau ke jl.Kenjeran apa ke pantai kenjeran? Kalo jl.kenjeran ini lurus sana, kalo mau ke kapas kerapung ada lampu merah yang kedua terus belok kiri" saya senang dan sangat berterimakasih karena sudah diberi petunjuk yang tepat. Pikirku gak lama lagi bakalan nyampek ke tempat Mr.Carlos. Wah cuaca yang suangat puanas. 
 
Setelah mendapat petunjuk dari pemuda ramah tersebut saya masih bertanya kepada seorang lagi. Dia seorang bapak tua. Posisi saya sudah berada di jl.Kenjeran. Dia baik hati dan langsung menyuruhku untuk mengikuti laju sepeda motornya. Terimakasih banyak pak. Setelah itu saya temui jl.Tambakrejo yang panjangnya kurang lebih sekitar 500 meter. Dan lagi lagi saya harus bertanya lagi. Kali ini dengan pegawai minimarket yang hanya tau dan menunjukan bahwa jl.Kapas kerapung ada didepan sana. Tapi jl.Putroagung yang saya tanyakan sepertinya dia belum begitu tau. Abis itu saya menemuju jl. Kapaskerapung. Dan mendapat pentunjuk lagi bahwa jl.Putro agung ada di tikungan setelah pom bensin. Awalnya emang agak membingungkan tapi setelah saya coba, saya menemukan gang 2 jl.Putro agung. Sekarang target terakhir yaitu nomor rumah. Jl.putro agung gang 2 nomor12. Sempet yang saya tanyain menjawab, "ini masih malam" sewaktu saya melontarkan pertanyaan dimana gang 2 nomer 12. Ibuk dan bapak yang lagi ada disitu memberitahuku. Nomor 12 adalah rumah yang dipagarnya ada tulisan BAKCANG. Entah apa itu BAKCANG, yang pasti ini benar tempat kediaman Carlos. Mencabut kunci motor dan sedikit mengusap keringat yang bercucuran di wajah saya lanjut mengetok kunci gembok pakar pertanda bahwa saya adalah tamu. Seorang perempuan agak tua datang dan menanyakan kedatanganku untuk mencari siapa. Sebelum itu saya disambut dengan gertakan anjing besar yang cukup membuat saya ketakutan.Dan kurang dari 5 menit akhirnya saya bertemu dengan Carlos.
 

Carlos membukakan pintu dan menyuruhku masuk. Kost dengan bangunan yang megah dan besar. Mengajaku ke kamar atas sebuah kamar kecil untuk ukuran badan sebesar dia dan sepertinya dia cukup nyaman tinggal disini. Banyak koleksi buku bukunya yang di tata rapi di rak buku dan terlihat penuh. Banyak patung patung juga didalam kamarnya. Ada semacam tulisa arab juga yang terpigora. Sebagai awal perbincangan episode kedua bareng Mr.Carlos saya menceritakan tentang renovasian artikel yang berjudul Siasati Hari Senin yang baru selesai kemarin siang. Dan dia bilang itu gampang, akan dibaca dan siap dengan masukan masukanya. Dia juga menyarankan untuk saya meminta masukan kepada Mrs.Tinta yang dia pikir Mrs.Tinta yang jauh lebih berpengalaman. Dan itu adalah perlu. Perlahan dia mengalihkan perbincangan dengan menanyakan suatu kepercayaan diriku, tentang masalahku dan tentang problem problem yang ada di hidupku. Tidak lama kemudian dia menyuruhku untuk duduk tegap dengan kaki bersila dan relax. Menyuruhku untuk memejamkan mata, mengirup nafas dari kedua lubang hidung secara perlahan dan mengeluarkanya mengeluarkanya lewat rongga mulut. Dia juga menyarankan seakan aku sedang mengusir segala kejanggalan, problem dan semua yang saya rasa mengusik untuk perlahan saya keluarkan. Saya sempet melepas baju waktu itu dan keringat bercucuran deras. Itu saya lakukan selama kurang lebih 15 menit. Awalnya memang sempet tegang aku bakalan di apain? Apa aku akan dihalangkan kesadaranku semacam hipnotisnya Tomy Rafael? Haha ternyata tidak.

Pesan terakhir dia bilang saya butuh untuk mempunyai tenaga dalam dan tinggal mengembangkan tentang kemampuanku atau kekuatan dari. Karena sebenarnya Mr.Carlos ada janji saya merasa gak enak sendiri. Dan memang udah saatnya saya mengundurkan diri.

Sabtu, 04 Februari 2012

Tidak Akan Berarti Apa Apa

Begitu mudah bagi kita mereka dan semua yang memiliki kelebihan untuk terperangkap dalam kesombongan. Begitu mudah bagi kita mereka dan semua yang memiliki kelebihan untuk terperangkap dalam keangkuhan. Kususnya bagi kita mereka dan semua yang telah merasa paling tinggi merasa paling menonjol diantara yang lainya. Jangan sombong dengan apa yang kita miliki sekarang. Karena semua itu tidak akan berarti apa apa jika sudah waktunya nanti kita mendapat gelar Alm. (almarhum). Harta yang menumpuk tidak akan kita bawa mati nanti. Rumah besar megah tidak akan kita huni jika kita mati nanti. Mobil mewah motor keren dengan ratusan juta pun harganya tidak akan mungkin kita bawa mati. Kedudukan dan jabatan yang membuat kita angkuh dan merasa paling tinggi. Begitu juga dengan ketenaran kecantikan dan ketampanan yang mudah sekali menjerumuskan kita pada kesombongan.
Kita harus tahu ! Bahwa kita semua akan membusuk menjadi bangkai termakan bumi dan belatung belatung liar yang menjijikan. Kematian !

Rabu, 11 Januari 2012

Mabuk Onar dan Dihajar

Pagi ini sekitar pukul 10. cuaca lumayan agak mendung dan sesekali angin berhembus oh asyiknya hehe ! Karena merasa lapar saya bersama teman saya pergi mencari makan. Kebetulan karena lokasinya yang tidak begitu jauh saya memutuskan untuk pergi berjalan kaki saja. Sekalian melemaskan otot otot kaki yang kaku. Untuk dapat sampai ke lokasi yang dimaksud, kita harus berjalan kaki kurang lebih sekitar 1km. Kalo di bilang capek ya lumayan sih. Tapi gak apa apa hal ini juga bermanfaat bagi kita yang terlalu manja yang sedikitpun tidak mau berjalan kaki dan sangat amat tergantung sekali pada teknologi.
 

Tiba sewaktu ditengah perjalanan nampak semua warga sedang turun kejalan dengan berbagai ocehan ocehan menceritakan ke warga satu kepada warga yang lain. Saya yang tidak tahu apa apa dengan kejadian ini otomatis merasa penasaran dan melanjutkan untuk mengajukan pertanyaan. Setelah saya bertanya dan mendapat jawaban ternyata ada beberapa orang mabok yang mengobrak abrik dan memecah kaca kaca rumah warga. Tidak berselang lama seorang berkulit putih berbadan tinggi besar datang dengan anak dan istrinya yang kebetulan dibonceng. Entah intel preman pemain smackdown atau mungking tukang ojek, saya tidak tahu. Orang besar itu mematikan mesin motornya dan kemudian bertanya tentang keberadaan orang mabuk itu. Tanpa basa basi lagi dia langsung mengambil pipa besi berukuran 1meter yang ada dibengkel. Pada saat itu juga diikuti dengan warga warga yang lain. Ada juga yang membawa batako besar. Merekapun bergegas mendatangi pemabuk itu. Buk buk braak ! Hampir mirip seperti suara kentut singa yang lagi masuk angin. Sekitar 2 menit kemudian saya melihat berceceran darah yang mengalir dari tubuh pendek besar dan berkulit hitam dengan kalung khas daerah papua yang dikenakanya. Sepertinya emang orang papua. Tergeletak di halaman depan rumah. Masih hidup tapi sekarat. Temannya selamat karena berhasil melarikan diri lebih dulu dengan motornya.
 

Ya begitulah manusia makin aneh ! Orang enak enak waras kok malah minum minuman yang bikin dirinya gak waras sampek lepas kontrol kayak gini. Udah gak ada manfaatnya belinya pekek uang lagi.ah